REVITALISASI PEMIKIRAN PENDIDIKAN PESANTREN PERSPEKTIF YUDIAN WAHYUDI DAN AZYUMARDI AZRA

Khoirul Amin

Sari


Saat ini pesantren dituntut untuk melakukan perubahan, pengembangan, inovasi yang dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman, namun kebanyakan pesantren saat ini masih tetap menggunakan metode-metode bakunya, seperti metode hafalan, sorogan, dan bandogan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang bagaimana pemikiran pendidikan pesantren menurut Yudian Wahyudi dan Azyumardi Azra. Dalam memperoleh data, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dengan memanfaat sumber data primer dan sekunder yang kemudian data di analisis menggunakan analisis isi. Diantara hasil penelitian yang didapat adalah masing-masing memiliki analisa terkait pendidikan pesantren baik menurut Azyumardi Azra maupun Yudian Wahyudi. Menurut Azyumardi Azra, Pesantren di Indonesia sudah mengalami modernisasi, dengan tetap berpedoman  pada falsafah sosial budaya pesantren: al-muhafadhu ‘alal qadimis sholeh wal akhdu bil jadidil ashlah Hal tersebut dapat dilihat dari sikap lembaga pendidikan pesantren yang dapat menerima tuntutan perkembangan zaman serta gempuran system teknologi. Sedangkan menurut Yudian ingin memadukan kembali ilmu agama dengan sains-teknologi, pengajaran bahasa arab dan ingris melalui pesantren Nawasea yang ia dirikan.


Kata Kunci


Pendidikan Pesantren, Yudian Wahyudi, Azyumardi Azra

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.