Self Regulated Learning dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi

المؤلفون

الكلمات المفتاحية:

al-qur’an، hadis nabi، self-determination theory، pendidkan islam، self-regulated learning

الملخص

Artikel ini membahas konsep self-regulated learning (SRL) dalam perspektif Al-Qur’an dan hadis Nabi dengan fokus pada nilai kemandirian belajar yang dapat diinternalisasikan dalam pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian pustaka dengan analisis konsep terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, hadis Nabi, serta literatur psikologi pendidikan, terutama teori Self-Regulated Learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa kisah Qabil dan Habil, Nabi Ibrahim a.s., serta Nabi Musa a.s. dan Khidhir a.s. mengandung nilai dasar Self-Regulated Learning seperti rasa ingin tahu, refleksi kritis, kemandirian berpikir, ketekunan, dan kerendahan hati dalam menuntut ilmu. Hadis-hadis tentang Malik bin Huwairits, sahabat yang diminta mengulangi salatnya, dan pembiasaan puasa kepada anak-anak, menampilkan praktik pedagogis Nabi dan para sahabat yang mendukung berkembangnya Self-Regulated Learning melalui teladan, dialog, modellingconditioning, dan pembelajaran bertahap yang selaras dengan perkembangan anak. Secara konseptual, nilai-nilai tersebut sejalan dengan konstruksi Self-Regulated Learning modern (kognitif, metakognitif, dan motivasional) dan tipe-tipe regulasi dalam SDT (dari regulasi eksternal hingga motivasi intrinsik), sehingga Al-Qur’an dan hadis dapat menjadi landasan normatif dan inspiratif bagi pengembangan strategi pembelajaran yang menumbuhkan pembelajar mandiri sepanjang hayat dalam konteks pendidikan Islam.

 

Daftar Pustaka

Ahmad, N. (2010). Tafsir Ayat-ayat Pendidikan. Marja.

Alias, A., & Majid, H. S. A. (2015). Psychology of learning: An Islamic theory. International Journal Of Islamic Thoughts, 4(1), 63–80.

Al-Lathif, M. G. (2020). Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali Kisah Hidup dan Pemikiran Sang Pembaru Islam. Araska Publisher.

Al-Munawar, S. A. H. (2005). Aktualisasi Nilai-Nilai Qurani dalam Sistem Pendidikan Islam. Ciputat Press.

Corno, L. (2001). Volitional aspects of self-regulated learning. In B. J. (Eds.), Self-regulated learning and academic achievement: Theoretical perspectives (pp. pp. 191–225). Lawrence Erlbaum Associates Publishers.

Fatimah, E. (2006). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Pustaka Setia.

Mujiman, H. (2011). Manajemen Pelatihan Berbasis Belajar Mandiri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pintrich, P. R. (2000). The Role of Goal Orientation in Self regulated learning. In e. (. M. Boekaerts, Handbook of Self-regulation (p. 453). San Diego: Academic.

Sahin, A. (2021). Love of Learning as a Humanizing Pedagogic Vocation: Perspectives from Traditions of Higher Education in Islam. In Higher Education and Love (pp. 137–187). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-82371-9_8

Sukmadinata, N. S. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. PT. Remaja Rosdakarya.

Yamin, M. (2008). Paradigma Pendidikan Konstruktivistik. Gaung Persada Press.

Zimmerman, B. J. (1990). Self-regulated learning and academic achievement: An overview. Educational psychologist, 25(1), 3-17.

التنزيلات

منشور

2026-04-02

كيفية الاقتباس

Ahmad, J. (2026). Self Regulated Learning dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi. TARQIYAH: Jurnal Pendidikan Dan Literasi, 4(1), 42–71. استرجع في من https://jurnal.stitmas.ac.id/index.php/tarqiyah/article/view/44